Minggu, 10 Januari 2010

Betlehem Van Java

. Mengenal Romo Van Lith
Romo Van Lith SJ merupakan imam asal belanda yang melaksanakannya misinya di tanah jawa Indonesia. Ia lahir pada tanggal 17 Mei 1863 di Oirschot, Belanda. Ia anak seorang juru sita pegadaian.Van Lith tiba untuk pertama kalinya di Semarang tahun 1896 kemudian belajar budaya dan adat Jawa. Selesai pembekalan, ia ditempatkan di Muntilan sejak 1897. Romo Van Lith SJ ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 8 September 1896, kemudian atasannya langsung menugaskan dirinya menjadi misionaris di tanah Jawa. Sesungguhnya ini di luar dugaan dirinya tetapi dengan ketaatannya kepada serikat dan Tuhan akhirnya ia melaksanakan misinya di tanah Jawa. Ia mengawali karya misioner di wilayah yang sama sekali belum ia kenal.
. Dengan taat ia melaksanakan tugasnya, ia tiba di Semarang tahun 1896. Akhirnya ia berusaha untuk beradaptasi dengan keadaan masyarakat jawa. Ia mulai mempelajari bahasa setempat dan memahami budaya-budaya yang ada.
. Misi di Tanah Jawa
Sampai di Semarang, romo Van Lith menghabiskan beberapa bulan untuk belajar bahasa Jawa dari pagi hingga makan malam. Ia ingin menghadikan karya kristus kepada masyarakat Jawa. Suatu saat ia melihat bahwa ada kesalahan yang dilakukan oleh para katekis. Ia mencoba meyelidiki dan akhirnya terungkap bahwa terjadi korupsi di kalangan para katekis. Ia sungguh amat kecewa terhadap para katekis, ia pun melaporkan kejadian ini ke Vikariat Batavia. Sempat pembicaraanya tidak didengarkan akhirnya ia mencoba untuk membuktikan sendiri. Lama kelamaan kasus itu terungkap ketika pengakuan dosa, rakyat hanya berkata Pater Noster. Ia sunguh amat sedih, akhirnya dengan tekadnya dia mau berjuang untuk menjadikan rakyat Jawa untuk dibaptis. Ia mulai dengan pendekatan rakyat Jawa yaitu dengan kumpul bareng bersama.
Romo Van Lith berbeda dengan kawannya Romo Hoevenaars, SJ. Ia menterjemakan doa Bapa Kami dengan citarasa Jawa, daripada persis dalam Kitab Suci. Konflik mereka, tertulis dalam sebuah buku yang merupakan perdebatan visi masing-masing. Romo van Lith yang idealisme misinya bukan sekedar menambah jumlah baptisan, sebagaimana dilakukan kawannya di Mendut, justru dianggap gagal. Misi di Muntilan bahkan akan ditutup. Sendang Sono merupakan tempat awal misi bagi romo Van lith.. Misi Muntilan tidak berakhir. Justru van Lith kian bersemangat melayani orang Jawa. Ia mendidik, menemani, menyelami, memahami, memberi dan menerima dengan belajar, bermain dan hadir bersama orang Jawa. Kedekatan Romo van Lith membuatnya dianggap bapak bagi mereka. Kedekatan itu pula yang membawanya pada posisi membela orang pribumi.
Masa akhir di Dunia
Setelah sempat menjalani perawatan di negeri Belanda, Van Lith yang lahir di Oirshot Provinsi Brabant, Negeri Belanda. Van Lith meninggal dunia pada tanggal 17 Mei 1926 di Semarang dan dikebumikan di pemakaman Yesuit di Muntilan.

Tidak ada komentar: