Kamis, 13 Mei 2010

Secuil tentang Keadilan

Keadilan adalah suatu hal yang diperlukan dalam kehidupan. Keadilan berasal dari kata dasar adil, mungkin itu adalah kata yang sering terngiang dalam pikiran kita apabila ada suatu hal yang tidak seimbang. Aristoteles yaitu seorang filsuf dari Yunani membagi sifat keadilan menjadi empat macam. Diantaranya adalah keadilan secara distributif, komutatif, kodrat alam, dan konvensional. Keadilan distributif adalah keadilan yang berpusat pada penyaluran yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan komutatif adalah keadilan yang berpusat pada kepentingan bersama, kepentingan pribadi tidak menjadi kepentingan utama. Keadilan kodrat alam adalah keadilan yang sesuai dengan hukum alam. Keadilan konvensional adalah keadilan yang mengikat warga negara yang didekritkan pada kekuasaan.Terpintas dalam pikiran kita, makna keadilan adalah sama rata, seimbang atau tidak berat sebelah. Tapi sesungguhnya keadilan adalah suatu posisi dimana antara hak dan kewajiban saling bertemu. Kita boleh menuntut keadilan apabila hak yang kita terima tidak sesuai dengan kewajiban yang kita lakukan. Kerap kali kita egois akan segala sesuatunya, hak yang menjadi orang lain tidak diperhatikan dengan seksama. Ini akan mengakibatkan kontoroversi atau perdebatan yang panjang.Pada umumnya masyarakat menuntut keadilan dari pemerintah dalam kehidupan ekonomi. Tapi apabila kita bertolak dari pengertian keadilan sendiri, apakah seseorang pantas menerima haknya secara lebih apabila seseorang itu tidak menyelesaikan kewajibannya dengan maksimal?. Mari kita lihat fenomena yang ada di Indonesia saat ini.Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi. Memang benar bahwa pembangunan di Indonesia tidak merata. Itu merupakan salah satu bentuk fenomena keadilan di negara Indonesia. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya ketidakmerataan pembangunan diantaranya adalah tingkat penduduk yang terlalu padat, tingkat pendidikan yang masih rendah, keadaan geografi secara fisik yang berbeda dan moralitas diri sendiri. Tentu yang mendasar adalah terkait moralitas yaitu pembentukan mentalitas dan karakter suatu individu maupun kelompok.Apabila tingkat egoisme dalam diri kita dalam level tinggi, tentu akan sulit menciptakan keadilan yang sejati. Oleh karena itu, mari kita belajar akan keadilan yang sejati. Mari kita bentuk moral hidup kita dalam masyarakat.

Tidak ada komentar: