Selasa, 25 November 2008
I wanna love you....
Rabu, 15 Oktober 2008
Apa sih "CICM" itu..?

The Congregatio Immaculati Cordis Mariae (Latin), or the Congregation of the Immaculate Heart of Mary; (French: Congrégation du Coeur Immaculé de Marie; Dutch: Congregatie van het Onbevlekte Hart van Maria), also known as the Scheut fathers or Scheutists is a Belgian Roman Catholic missionary congregation established in 1862 by the priest Théophile Verbist. Its origins lie in Scheut, Anderlecht, a suburb of Brussels. The congregation did missionary work in China, Mongolia, the Philippines, and in Congo Free State/Belgian Congo, modern day Democratic Republic of the Congo.
Presently, the name CICM Missionaries is preferred. In the USA, the Congregation is known as Missionhurst Missionaries.
History
Fr. Théophile Verbist was a diocesan priest in the Archbishopric of Mechelen-Brussels in Belgium in the mid 19th century. He served as chaplain in the military academy in Brussels and at the same time as a national director of the Pontifical Association of the Holy Childhood. A compassionate man of God, he led a group of other Belgian diocesan priests who became deeply concerned with the abandoned children in China and with millions of Chinese who lived at that time in ignorance and poverty.
Théophile Verbist, founder
Father Verbist's desire to consecrate himself to the life of a missionary seemed on the point of fulfillment when the Treaty of Peking of 1861 opened imperial China to his zeal and that of the little band who desired to accompany him. In 1862 he founded the Belgian Mission in China. On seeking ecclesiastical permission, however, they were commissioned by Cardinal Barbaro, Prefect of the Propaganda Fide, to begin their work by founding a seminary in Belgium to supply priests for the beginning mission, and laid the foundations of the Scheutveld College, 28 April 1863, in the Field of Scheut, a short distance from Brussels, so the C.I.C.M. missionaries were also known as Scheutists or Scheut missionaries.
The congregation was born not knowing exactly what lay ahead. Their only assurance was their missionary zeal and God’s providence. In September 1863, the first group of missionaries set forth for Inner Mongolia. In the winter of 1865, Verbist and his four companions arrived in inner Mongolia, which was entrusted to the fledgling congregation by Rome, and where they immediately began organizing small Christian communities. The founding fathers never imagined that many would follow their footsteps notwithstanding the cost of traveling by sea and in the hinterlands of China. Three years later on February 23, 1868, Verbist died of typhoid fever at the age of 45 in Lao-Hu-Kou.
Growth
A gallery of all CICM missionaries at the Scheut House
His foundation, however, grew into the worldwide presence it is today. Originally a Belgian Foundation, CICM has grown into an international religious missionary congregation of men from different races, colors and nationalities who are dedicated to universal brotherhood.
The Scheutveld priests and brothers have faced severe perils, e.g. the Boxer rebellion in China, involving the massacre of Bishop Hamer, Vicar Apostolic of South-Western Mongolia, seven missionaries and 3000 Christians; the even greater decimation of their numbers by the Congo climate, not to mention the persecution of the missionaries and the negro colonies established by them.
In connection with their missions the Fathers opened a number of benevolent institutions, for example the hospital at St-Trudon, Upper Kassai, for those afflicted with sleeping sickness.
Today the 1,000 priests and brothers of CICM are present in Asia: in Taiwan, Mongolia, Hong Kong, Singapore, Philippines, Indonesia and Japan; in the vast continent of Africa: in Congo, Cameroon, Zambia, Senegal, and Angola; in the Americas: Haiti, the Dominican Republic, Guatemala, Brazil, Mexico and the United States; and in Europe: Belgium, Netherlands, Italy, France and Germany
Selasa, 14 Oktober 2008
"Diriku dan Hawa......."
Dalam menjalani kehidupan tentunya Tuhan telah menciptakan laki-laki dan perempuan sehingga terciptalah suatu kehidupan yang harmonis. Sebagai kaum laki-laki, saya sangat menghargai sorang perempuan. Arti perempuan itu sendiri adalah yang dihormati, oleh karena itu sudah sepantasyalah kita sebagai kaum pria menghargai mereka. Perempuan Hiking...GEDE-PANGRANGO.....
Ini adalah teman-teman komunitasku yang hidup di dalam Seminari Wacana Bhakti. Pada tanggal 22 April 2008 lalu, mereka menghabiskan waktu kosong dengan hiking to Gede-Pangrango mountain di daerah Cibodas Jawa Barat. Pada tanggal itu juga saya merayakan sweet seventeen bersama teman-teman. Itu merupakan hari yang istimewa bagi diri saya karena perayaannya tersebut di Gunung. Merupakan hal yang patut disyukuri dan selalu dikenang.Sungguh pengalaman menarik bisa melakukan pendakian ke gunung, bukan hal yang biasa tetapi merupakan hal yang sangat luar biasa. Ini adalah sebuah rekreasi komunitas setiap tahunnya sehingga dengan alam yang telah mereka rasakan dan nikmati dapat melatih kepekaan terhadap alam yang ada di sekitar kita. Dalam perjalanan banyak sekali lika-liku yang menantang untuk dilewati dan dihadapi. Rekreasi ini dilakukan dibawah perlindungan seminari dan atas tanggung jawab kelompok pecinta alam seminari yaitu AMASON. Banyak hal yang ditemukan selama perjalanan, entah makna dari sesuatu yang ditemukan atau barang lainnya. Kegiatan ini sangat menarik sekali, apa yang telah dilakukan oleh diri kita akan menjadi bekal pada suatu hari nanti.
AMASON....

Ini adalah sekelompok anak yang tergabung dalam kelompok pencinta alam Seminari Wacana Bhakti. Kelompok pencinta alam seminari ini mempunyai nama AMASON dengan kepanjangan yaitu Amatorum Societas Naturae dengan semboyan yaitu "Deum Per Naturae Amamus" yang artinya mencintai Tuhan lewat alam. Saya sendiri sebagai anggota sangat bangga terhadap AMASON ini. Pencinta alam ini sendiri sudah lama dibentuk pada angkatan pertama Seminari Wacana Bhakti. Banyak program yang telah dijalankan oleh kelompok AMASON ini. Mungkin saya hanya bisa memperkenalkan sebagian saja tentang AMASON. Jika teman-teman ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang kegiatannya, teman-teman dapat bergabung bersama kami dengan masuk Seminari Wacana Bhakti di Jalan Pejaten Barat no 10 A Pasar Minggu, Jakarta selatan.
"Kehadiran teman-teman akan saya tunggu......."
Khayalan.....

"Arti surga"

Sabtu, 04 Oktober 2008
Manusia
Keberadaan manusia sangat bergantung dari daya tahan hidup yang ada pada dirinya. Kemampuan untuk survive sangat dibutuhkan guna menjalani serta merawat apa yang ada di muka bumi ini. Manusia dengan talenta yang diberikan oleh Tuhan, haruslah digunakan sesuai fungsinya karena pada dasarnya talenta tersebut diberikan oleh Tuhan dengan tujuan agar manusia mampu merawat apa yang telah Tuhan berikan kepada manusia. Lingkungan tempat tinggal atau sering disebut sebagai habitat merupakan salah satu bentuk perwujudan kasih Allah kepada manusia agar bisa menjaga lingkungan tersebut menjadi surga bagi manusia itu sendiri. Oleh sebab itu sebagai manusia sudah sepantasnyalah sadar, berani serta mampu bertanggung jawab terhadap segala yang ada dihadapan mata kita semua. Bukanlah hal yang mudah untuk mengembangkan talenta yang diberikan oleh Tuhan sendiri. Manusia dilahirkan dikarenakan Tuhan yang selalu kesepian sehingga harus menciptakan semua manusia agar terjadi keharmonisan dalam berhubungan.
